Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
data:navMessage/>
Tentang teman setia, sendiri
0

Tentang teman setia, sendiri

Beranilah menyendiri
Pada dasarnya, setiap manusia diberi kesendirian oleh tuhannya
Lahir sendiri, satu tubuh, satu jiwa
Mati sendiri, satu tubuh, satu jiwa

dan Tuhan,
Tuhan hebat karena kesendirian-Nya
Mesralah bersama kesendirian
Saat semuanya pergi, kesendirianlah yang datang menemani

Mesra-lah bersama kesendirian
Saat mati pun, kesendirianlah yang menemani

Mesra-lah bersama kesendirian,
Nikmati belaian sepi
Resapi renungan sunyi
Hingga mati menyambangi

Mesra-lah. . .
Lanjut!
Aku, mencari
0

Aku, mencari

Tidak henti "Aku" mencari "Kau"
Sayangku . . .
Rasanya, aku ingin kembali
Tapi tak tahu harus kemana
Sayangnya, aku lari terus
Besama kenangan 
Membawa harapan
dikuatkan keyakinan


Tujuanku jelas
Tujuanmu jelas
Kita punya hidup masing-masing
Kita punya cara sendiri untuk sampai ke tujuan itu
Hanya jalannya yang masih kelabu
Sampai waktu membakar tabir itu

Tapi . . .
Aku merasa tak pernah sampai
Ya, tak akan pernah
Karena semua ini fatamorgana, semu

Tidak henti "Aku" mencari "Kau"
Sayangku
Aku masih pergi
Kau belum pulang
Kita masih berlari
Walaupun, selalu berlawanan arah
Tak pernah beriringan

Kita bukan apa-apa
Kau bukan siapa siapaku
Apalagi aku, mungkin tak ada (lagi) bagimu

Kita . . .
Ya, aku dan kau
Teruslah mencari
Aku mencari Kau, diriku
dan
Kau mencari aku, dirimu



Lanjut!