Tampilkan postingan dengan label Out Of Topic. Tampilkan semua postingan
data:navMessage/>
9

Baper Zone

Baper Zone

Halooooo, udah lama gak ngepost nih. Blog udah bisa dibilang jarang diurusin, dikarenakan segala kesibukan kuliah yang sangat menyita waktu gue. Mungkin kalo blog ini cewe doi udah menggugat gue buat minta putus, eh jadi baper kan. x)

Ngomongin baper, beberapa minggu ini gue didekatkan sama orang-orang baper. Yap, Baper alias Bawa perasaan. So, menurut hasil observasi lingkungan yang gue lakuin dan berdasarkan seribu responden. Gak ding boong. Spekulasi aje, menurut gue ada beberapa Baper Zone yang patut kita waspadai.


1. Friend Zone
Kalo denger istilah ini, mayoritas orang pasti langsung mikirin seseorang yang pernah jadi Friendzone-partner mereka.  Bener gak? :)). Zona baper yang ini agak miris, selalu jadi bahan lelucon temen-temen (biasanya). Jadi, kalo mau pdkt sama target yang notabene temen sendiri, yaaa siap siap aja,

2.  Kakak-Adik Zone
Naaah yang ini, gak jauh beda sama friend zone. Bedanya, hal ini gak terjadi di satu lingkup pertemanan, tapi terjadi sama kakak tingkat sama adek tingkat. Jadi ada adek tingkat yang baper karena chatting rutin sama kakak tingkat, pun sebaliknya. Kamu, gimana?

3. Follow Zone
Yang ini, biasanya dialami oleh jomblo-jomblo ngenes yang sangat rentan baper. Jadi cuma gara-gara si A follow akun si B, kemudian si B nge-follow balik si A tanpa diminta, terbitlah baperrrr, Pernah ngalamin?. Udaaaah gak usah senyum senyum gitu, ngaku aje. :)

4. Curhat Zone
Curhat Zone, sebuah hubungan yang terjalin karena saling curhat satu sama lain. Tetapi hubungan tersebut statis, tetap, mandek, atau apalah. Yang jelas hubungan yang kek gini cuma sebates teman curhat. Sian deeeeh :))

5. Nostalgia Zone
Yang namanya nostalgia pasti berkaitan dengan masa lalu. Baper zone tipe ini terjadi ketika sessorang di masa lalu hadir kembali. Walaupun cuma sekedar "say Hi " di chat room, tapi bisa jadi efeknya luar biasa. Sekat-sekat waktu di ruang otak melonggar, akses secepat kilat dilakukan alam bawah sadar untuk mengingat kembali hal-hal yang terjadi di masa lalu. Ciyeeeeeh.

Lanjut!
5

Premanisme Aparat



Halooo sahabat blogger. Akhir-akhir ini gue jarang ngeposting nih, tapi sebisa mungkin gue sempetin buat nulis di blog ini. Naaah masalah yang sering gue perhatiin akhir-akhir ini yaitu aparat keamanan kita. Yap, kalo denger kata Polisi lalu lintas, apa sih yang ada dalem benak kalian?. Pasti mayoritas keinget peluit, sapaan, surat tilang, dan uang yang dipinjem sama Si oknum.

Jadi setiap pagi pas mau berangkat kuliah, jalanan yang gue lewatin selalu macet. Oleh anak SMA, bapak-bapak yang mau nganterin anaknya, mobil-mobil dengan kelaksonnya yang merdu. Yap, semua itu udah jadi sarapan pagi gue sebelum ke kampus.

Nah terlepas dari itu semua, setiap paginya mata gue selalu terpusat pada aparat keamanan lalu lintas. Dengan rompi hijaunya, peluit di tangannya, si bapak pede banget show di jalanan setiap pagi. Belum lagi ada yang pake kacamata item, megang Handie Talkie, ditambah cincin batu akik yang super mengkilap. Udah ah, tar si bapak ke-GR-an. Yang gue perhatiin lagi, anak-anak SMA dan mayoritas pengendara sepeda motor di jalan selalu ngejauh dari si bapak. Lo tau maksud gue.

Dari sono timbul tanda tanya besar di otak gue.

INI POLISI APA PREMAN SIH ?

Aparat yang seharusnya punya citra buat jadi pembela masyarakat, malah jadi sebaliknya di mata masyarakat. Gue gak memungkiri bahwa masih banyak polisi polisi yang punya nurani baik di Negara ini. Tapi itu semua tertutup oleh selimut penyelewengan hak yang dilakukan oleh mayoritas anggota kepolisian Indonesia. Di mata masyarakat awam, polisi menjadi penjahat berseragam yang mengintai mereka di setiap lampu merah dan persimpangan jalan. Lampu merah seakan menjadi tambang emas bagi oknum yang merusak citra polisi di mata masyarakat.

Sebenernya gue gak bermaksud memandang sebelah mata ataupun menjatuhkan pihak kepolisian Negeri ini. Gue cuma prihatin dengan salah satu dari sekian banyak masalah sosial di Indonesia yang sekarang sudah jadi kebiasaan. Semoga kedepannya, aparat benar-benar menjadi pembela rakyatnya dan Pelindung bangsanya.
Lanjut!